Delapan Nyawa Melayang dalam Kebakaran Kompleks Apartemen Ho Chi Minh City

Delapan Nyawa Melayang dalam Kebakaran Kompleks Apartemen Ho Chi Minh City


Hari Minggu yang semestinya ceria, berubah menjadi palagan duka. Delapan jiwa melayang, dua di antaranya masih belia, saat si jago merah mengamuk di sebuah kompleks apartemen di  di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Tragedi yang terjadi pada 6 Juli malam ini, sekali lagi menampar kesadaran kita tentang bahaya laten yang mengintai di balik tembok-tembok hunian.

Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, neraka kecil itu bermula. Sebuah unit di lantai dasar kompleks apartemen di kawasan Phu Tho Hoa menjadi titik awal malapetaka. Kobaran api, yang semula hanya percikan, dengan cepat membesar, melahap apa pun yang dilaluinya.

Saksi mata menuturkan, upaya warga sekitar memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) tidak berhasil. Api terlalu beringas, terlalu cepat merayap, seakan menertawakan segala upaya yang terlampau kecil.

Kepanikan pun tak terhindarkan. Penghuni apartemen berlarian, menyelamatkan diri dari kepungan asap dan jilatan api. Kekacauan merajalela. Bayangkan saja, di tengah desing sirine dan teriakan histeris, asap hitam pekat mengepul, melingkupi gedung bertingkat itu seolah ingin menelan semuanya.

Kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil, yang terparkir di sekitar lokasi, tak luput dari amukan api. Hangus, menyisakan kerangka-kerangka besi yang menjadi saksi bisu keganasan malam itu.

Tragedi ini bukan kali pertama. Data dari Kantor Statistik Nasional Vietnam menunjukkan, paruh pertama tahun ini saja, sudah 1.723 insiden kebakaran dan ledakan terjadi di seluruh negeri. Angka ini mencengangkan: 48 korban jiwa dan 75 orang luka-luka. Ho Chi Minh City kini menambah daftar panjang korban yang tak berdosa.

Melihat angka-angka ini, sudah seharusnya kita bertanya: ada apa dengan standar keselamatan? Apakah regulasi yang ada sudah cukup ketat? Atau justru, kelalaian-kelalaian kecil yang berakumulasi menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja?

Delapan nyawa yang hilang di Ho Chi Minh City seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak, bukan sekadar deretan angka statistik belaka.

 

 

Komentar